Minggu, 25 Oktober 2015

I Love Him

I'm broken. I swear i'm broken. Not knowing what else to do except living through the pain.

I need God more than ever. I know that if i lost Him even for a sec i'll fall. And it's going to be a lot painful.
The problem is.
I love him. I love him so much that it didn't feel hurt. I love him enough to accepted him the way he is and never demanded otherwise. I love him enough to waited upon him. I love him enough to understood, even though maybe i wasn't, but i trusted my self to understand him, every struggles and problems he had. I love him not just when he was in a good mood, but when he was down, and didn't want to talk, i stayed still. I love him enough that my heart pushed away all boundaries and just be really okay with his behaviours. I love him enough to love him more everyday without even saw him everyday. I love him enough to stood for him in front of everyone, stood for his undeniably insensitive self, ignoring every possibilities that he might not love me back. I love him so much that i actually believed he loves me back.
There's no forcing in sincere loving. I'm not gonna force him to listen. I'm not gonna force him to care. I'm not gonna force him to think. I'm not gonna force him to make time. I'm not gonna force him to stay. And i'm not gonna waste my time forcing him to love me back. 

I can't barely cry. I can't barely hate. I can't even think of anything besides praying for him. And there you go. Every single night i pray for him, and not one night missed.
For all i know...

Time heals...
And God exist.

Selasa, 20 Oktober 2015

My Story

Belum ada sebulan hubunganku berakhir, sudah ada laki2 yang menyatakan dia sayang sama aku dan memintaku untuk menjadi pacarnya :) , dan tentu dengan tegas aku tolak karena pertama aku baru putus, dan kedua aku tau kalo semua hal yang terlalu terburu-buru itu ga baik.
Dengan Pedenya aku bilang : aku belum tertarik untuk pacaran lagi, jujur aku masih perlu recovery time. aku gamau pacaran sama orang cuma karena kamu cakep, pinter, kaya, atau apalah itu, buat aku pacaran itu masalah hati, harus di landasi dengan rasa sayang bukan manfaatin atau sekedar laper mata.
Aku kira semua baik2 aja setelah aku bilang seperti itu, hidupku seperti ketergantungan sama dia, minta ditemenin, minta bantuan, apapun selalu minta tolong dia, chatting tiap hari, sama2 free kita ketemu, tapi aku yakin aku gada rasa sama dia, sampe suatu hari waktu itu hari jumat, aku sapa dia lewat line tapi ga di read, aku bbm cuma di read, aku telp ga dijawab, aku kira mungkin dia sibuk, dan hari itu akupun sibukin diri bareng temen aku, call her nita, sampe besoknya tetep gada kabar, sama seperti hari sebelumnya line, bbm, telp ga di jawab, aku tetep berfikir dia sibuk banyak kerjaan dan akupun masih sibukin diri gajelas sama nita.
kenapa? pikirku, ada yang salah? aku pikir semua baik2 aja, ternyata engga, saat itu malam minggu, dan dengan iseng aku buka medsosku, aku buka path, aku liat momentnya diaaaaa, ada lebih dari 2 moment yang sweet gitu dengan caption yang nunjukin kalo itu BFGF gitu, dan ternyataaa dia sudah punya pacar :( marah, kesel, ga terima, gajelas hati aku saat itu, pengen aku marahin dia, nanyain kenapaa? tapi gabisa, akhirnya ya keep silent.
Dan besoknya dia sapa aku lewat line, dan cuma aku read, aku marah sama dia, mood aku kacau di hari minggu, terus aku di ajakin ayahku ke padalarang ke rumah nenekku, kalo kesana selalu aku sempetin pergi ke kota baru di temenin sepupuku, update path lagi di kota baru, dan aku baru inget kalo rumah dia daerah sekitar kota baru, dia liat moment aku di path, dia line aku, sama sekali ga aku bales, terus ga sengaja deh ketemu di mesjid al irsyad sama dia, kayanya sengaja gitu dia jalan2 di kotbar juga.
Him : cieee yang lagi main kesini, ga bilang2 dulu, chat ga di bales, telp ga di anggap.
Me : (to the point) aku kesel sama kamu, aku marah, aku gasuka sama sikap kamu.
Him : kenapa?
Me : pikir aja sendiri, line aku berhari2 ga di bales, bbm cuma di read, tiba2 muncul di path update moment.
Him : Kamu itu lucu, bisa bersikap dingin pada laki2 yang sudah memberikan perhatiannya sama kamu, dan saat perhatian itu sudah tidak kamu dapatkan, saat perhatian itu beralih pada cewek lain sikap dingin kamu berubah jadi perasaan gelisah.
Me : maksud kamu apa dengan bilang seperti itu?
Him : Kamu marah kan? itu artinya kamu terpengaruh keadaan emosi kamu, kamu menyimpan kekesalan dalam suatu hal.
Me : iya udah kamu benar, aku nyimpan kekesalan dalam suatu hal, kamu benar kalo aku kehilangan perhatian kamu, aku gasuka ada orang yang perhatikan aku tapi beralih kepada orang lain, tapi itu adalah masalah aku, dan kamu tetep bisa melakukan apapun dengan siapapun, aku ga keberatan kok
Him : kamu ga adil res
Me : dimananya?
Him : kamu tau aku suka sama kamu dari udah lama, apa kamu ngertiin aku? malah dengan jelas2 kamu nunjukin kalo kamu lebih milih pacar kamu si ----- malah setelah kalian putuspun kamu tetep ga jawab seolah olah nolak aku, dan sekarang ada cewe yang ingin aku jadi pacarnya kenapa kamu harus marah? kesel? apa alasan kamu? padahal jelas2 aku tau kalo kamu gasuka sama aku.
Me : ya harusnya kamu ngerti lah, aku baru putus, aku masih kesel sama mantan aku, aku gamau jalin hubungan baru kalo hati aku masih punya orang lain, aku gamau nyakitin siapapun.


kepanjangan yak? pokonya gitu deh, masih kesel iya, tapi aku gabisa salahin siapapun, merasa kehilangan? iya, tapi dia sudah menemukan bintangnya. lalu aku? semoga menyusul :)

Satu hal yang terlintas dalam pikiranku : wanita itu seperti kematian, lari dari orang yang mengejarnya, namun mengejar orang yang lari dari dirinya.\

tidak seharusnya kita merasa kehilangan apapun, karena kenyataannya kita tidak pernah memiliki apapun.

Kamis, 17 September 2015

Horror Story

Menurut aku ini horror story..
hmm...
kenapa ya orang yang tadinya saling sayang, saling cinta, saling melengkapi itu kadang bisa cepet banget gitu aja berubah?
orang yang tadinya saling mempertahankan terus nyerah gitu aja
orang yang tadinya being special berubah being stranger
orang yang tadinya pamerin kita sebagai "you're the one the best for me" bisa berubah jadi "who are you? you're a jerk."
orang yang tadinya bikin kita jadi orang paling bahagia di dunia malah bikin kita ngerasa jadi orang paling miris
orang yang tadinya selalu bikin kita senyum malah jadi orang yang selalu bikin kita nangis
orang yang tadinya janji untuk selalu tinggal, malah dia yang duluan pergi
why everything's change so fast?
kenapa ada aja orang yang bisa dengan gampangnya ngelupain semua yang udah dilalui bareng2 sebegitu cepat? apalah arti kita bertahan kalo ujung-ujungnya pergi. selama ini yang udah kita lewatin bareng2 itu percuma, sia-sia. cuma buang-buang waktu, tenaga, air mata, capek hati+fikiran.
kadang kita malah milih dan bertahan sama orang yang sering nyakitin kita. bahkan kita lebih susah ngelupain "dia" padahal "disana" ada orang yang lebih baik yang nunggu kita. that's stupid things happen in human life, and of course my life.
kadang kita ga pernah bersyukur sama apa yang kita punya. punya pasangan yang baik dan care sama kita, tapi malah kita sia-siain. dapet yang buruk dan cuek, mengeluh. dasar manusia. ga ngerti lagi deh :( giliran udah puas udah dapetin apa yang kalian pengen trs bosen lalu? pergi. tapi ga pernah mikir gimana perasaan orang yang ditinggalin. menghilang gitu aja kayak hantu? hmm horror banget ya kisah cinta jaman sekarang, lebih horror dari hantu.

Minggu, 13 September 2015

Gatau, Pengen Nulis ini Aja...

Dalam banyak kebudayaan kaum perempuan sering dianggap rendah dan hina oleh kaum laki-laki. Mereka sering diperlakukan tidak lebih daripada mainan dan obyek seks, sebagai tukang masak, pengurus rumah tangga dan penjaga anak yang tak dibayar, sebagai orang-orang dungu yang tidak punya otak, yang tak mampu diajak berdiskusi tentang hal-hal yang bersifat rasional. Bakat-bakat mereka tak pernah dihargai, kepribadian mereka diredam, kebebasan mereka dibatasi, di beberapa bidang mereka dieksploitasi dan di bidang-bidang lain ditolak. Kadang-kadang mereka dianggap sebagai penyebab banyaknya pria terjebak ke dalam dosa yang memalukan karena itu mereka sering diperlakukan kasar, gerakannya dibatasi dan dikekang sedemikian rupa (Jhon Stott, 1984).

Akibatnya mereka kadang-kadang tak bisa berbuat apa-apa. Bagi saya perempuan adalah seorang penolong bagi kaum laki-laki. Perempuan itu sederajat dengan laki-laki, tidak lebih rendah atau pun lebih tinggi. Bagi saya tak ada yang perlu ditakuti selama sepasang laki-laki dan perempuan ada di jalan benar. Perempuan berfungsi sebagai penolong dan penyeimbang pasangannya. Maka, saya berharap perempuan melakukan penghormatan yang sesuai bukan sebaliknya berdiam diri atau menganggap pasangannya sebagai pribadi yang tidak perlu diberi masukan. Laki-laki dan perempuan harus membangun suatu partnership yang sepadan, yaitu saling mengisi atau melengkapi.

Untuk perempuan janganlah kamu memilih laki-laki karena berharap memiliki kehidupan yang nyaman dengan segala fasilitas yang akan mereka berikan, itu sama sekali tidak lebih penting dari kebersamaan membangun rumah tangga, kita tidak hidup untuk satu hari saja, selamanya kalian akan saling berdampingan.

Tidak ada waktu yang dapat ditarik kembali, tapi masa depan terbaik dapat kamu rencanakan meski jalannya tidak akan semulus yang kamu harapkan. Tenang saja, jika kalian saling berdampingan kalian tidak akan merasa sendirian.

Ntah apa yang ada dipikiranku, ada sesuatu yang aku sesalin, dan berharap tidak pernah terjadi kepada perempuan lainnya :) masa lalu seseorang tidaklah selalu baik, tapi itu pilihan dan sesuatu yang buruk terjadi karena memilih hal yang salah. Bagi kalian yang telah terlanjur coba ambil gelas dan isi dengan air putih, teteskan betadine sedikit demi sedikit, air itu akan menjadi kotor dan menghitam, sayangkuuu sebut itu dengan masa lalu. Kemudian, masih dalam gelas dan air yang sama, isi kembali gelas tadi dengan air putih tanpa henti, perlahan namun pasti. Lihat, yang hitam mulai tumpah dan menghilang, berganti dengan air putih bening yang baru. Sayangkuu itulah ibarat masa depan, tidak selamanya yang hitam akan menjadi hitam saat kau mengisi gelasmu dengan air putih yang menandakan kebaikan. Karena kamu selalu punya pilihan untuk mengisi gelasmu dengan apa. Tidak selamanya yang hitam akan menjadi hitam saat kau berani mengubah warna. Ini memang tidak akan mudah, tapi tolong jangan menyerah, jangan mau kalah :)

Kamis, 13 Agustus 2015

Lebih tepatnya untuk orang yang aku sayang..

Aku mencintai bagaimana kamu menggengam erat jemari Ibumu. Membuatku seolah nyaman akan berada di sana pada satu waktu.
Aku mengagumi bagaimana kerasnya kamu menuntut ilmu dan bekerja pada saat yang sama, menunjukkan bahwa kau kelak akan menjadi sosok suami dan ayah yang luar biasa.
Cinta bisa datang kapan saja.
Tanpa aba-aba ataupun sepatah kata.
Namun, apa kau tahu? Bahkan tiap kali kau tertawa, aku selalu jatuh pada sosok yang sama. Bukan kata-kata indah yang aku harapkan. Karena lidah tak bertulang dan bibir bisa saja tak berkata benar.
Dan aku tahu kau tahu pasti bahwa lelaki sejati takkan menghabiskan waktu untuk membual belaka.
Sibukku dan sibukmu akan terbayar pada hari di mana kita bersanding bersama diikuti oleh satu irama napas yang mengikat selamanya.Namun, aku takkan memaksa jika kau tak ingin menjadi tua bersama.
Karena cinta tak sepatutnya mengerat kuat, namun bergandeng tangan.
Bagaimana bisa berjalan sedang engkau ingin berlari kencang?
Meski hati akan selalu tahu ke mana ia harus pulang.Jika memang namamu yang dituliskan tuk untuk menjadi satu dengan jiwa,
Semoga engkau takkan ke mana-mana di saat ragaku menua.
Semoga engkau takkan bosan jika suatu saat apa yang ku ucap hanya itu-itu saja.
Andai Allah telah memilih dirimu untukku, aku ridho dan akan terus bersama mu, apapun yang ada pada dirimu dan apapun yang kamu miliki, aku juga akan terus pada agama yang ada padamu pada agama yang kamu pegang.
Semoga engkau kan menjadi Imam yang kelak kan menuntunku ke Surga-Nya.

Selasa, 28 Juli 2015

Dear My Future Husband....

Halo, kamu. Iya Kamu.
Mungkin kita pernah pacaran. Atau mungkin juga kamu mantan pacarnya temen aku. Atau aku mantan pacarnya temen kamu. HAH! SKIP. Bisa jadi saat ini kamu sedang duduk di bangku kuliah, atau sedang berkutat dengan seabrek pekerjaan dimeja kantor, atau bahkan sedang membaca tulisan ini. HEHE

Aku tau aku bukan siapa siapa sebelumnya. Tapi semenjak memutuskan untuk mendampingimu, aku siap jadi siapa siapa kok.Bukan siapa siapanya orang lain. Tapi siapa siapanya kamu. Jadi orang yg ada di sebelah kamu setiap kamu bangun tidur.  Jadi orang yg selalu disebut sama anak kita saat dia dapet prestasi di sekolah "aku kan anak papa mama!".

Aku mungkin belum tahu sosokmu seperti apa, namun bagaimana pun kamu kelak, insyaAllah aku bisa jadi pendamping yang baik untuk kamu dan ibu yang baik untuk anak-anak kita.Yang selalu dengerin keluh kesah kamu di kantor, yang menyambut kamu dengan pakaian rapi dan sedikit sapuan make up tipis di wajah, sambil mengendong si dedek di depan pintu.

Mungkin bisa jadi aku adalah sosok yang tidak kamu harapkan, atau sosok yang tidak kamu impikan, atau bahkan sosok yang tidak pernah sebelumnya kamu bayangkan. Namun, aku takkan mengubah sedikit pun sifat yang membuatmu "jatuh cinta". Hingga kamu akan selalu berulang kali jatuh pada cinta yang sama. Aku akan tetap berusaha menjadi wanitamu yang cantik lahir batin, menjadi wanita yang punya daya juang hidup untuk kamu, anak-anak dan keluarga kita.

Nanti setiap sholat aku akan berada satu syaf di belakangmu bersama anak kita. Setidaknya jika anak kita belum mengerti, kita telah mengajarinya untuk memulai hal yang baik dari sebuah agama. Kita didik anak kita dengan segala hal yang positif, agar tumbuh menjadi anak yang bijaksana, agar kelak setelah dewasa nanti dia tau mana yang salah dan mana yang benar. kita dampingi anak kita dengan kasih sayang, agar anak kita tumbuh menjadi anak yang penuh cinta dan mereka yang berada di sekelilingnya akan betah bersandar. Kita kasih pendidikan terbaik untuk anak kita, agar anak kita tumbuh menjadi anak yang cerdas dan masa depannya cerah bersinar.

Sayang, Jika aku melakukan kesalahan. Mohon maklumi, karena aku adalah wanita, yang kamu sendiri tahu emosi seperti roller coaster yang naik turun tak kenal henti. Namun satu yang harus kamu tahu, pelukanmu adalah obatku.

Aku dan kamu adalah puing-puing dari masa lalu. Bagaimana pun masa lalu kita, kita akan bangun masa depan indah yang tak mudah menjadi semu.
Sampai bertemu di satu waktu, kamu! :")

your future wife, Resya :)

Kamis, 09 Juli 2015

The Girl Who Can’t Break Up, The Boy Who Can’t Say Good Bye

 Menulis histori 2 hari yang lalu..ya begitulah..

Kita mau bagaimana ?”, tanyaku. Dan tentu saja jawabanmu bingung dengan setengah diam. Sebisa mungkin kusembunyikan mataku saat itu, agar kamu tidak bisa melihat mataku yang sudah memerah.
Setelah itu, aku menghargai kita berdua akhirnya berani jujur soal perasaan.
Aku mulai mengetahui bahwa kita berdua bukan orang yang saling jatuh cinta.
Kamu mengakui itu, aku pun sama.
“Kita mau bagaimana ?”, lagi-lagi aku mengulang pertanyaan yang sama. Wajar saja, karena memang aku butuh kepastian.
Dalam keadaan nahan nangis aku memberanikan untuk menatapmu. Meskipun aku tau air mataku sudah menggenang walaupun sudah mati-matian aku tahan. Aku melihatmu, aku tidak pernah melihatmu dalam keadaan diriku lagi kacau. Siapapun boleh menangis kan? sekalipun terjadi di depan orang yang kita sayang..
Tidak ada apa-apa, kita tidak harus bagaimana-bagaimana”, seolah-olah jawabanmu seperti itu.
Ada sedikit reaksi heran yang tergambar dari raut wajauhku, namun kamu sudah mengenalku cukup baik untuk bisa menangkap bahwa aku pun terpaksa setuju dengan jawabanmu.
Sudahlah, memang rasanya tidak ada yang perlu berubah.
Dari kejadian ini aku dapet sesuatu, ternyata kita bukan orang yang saling jatuh cinta, tapi kita menolak untuk saling meninggalkan. seperti itu kan yang kamu rasakan??
Kita akan tetap baik-baik saja jika kita tetap bersama. Entah apa alasannya, aku pun tidak tau jika diminta untuk menjawab. Dan aku rasa kamu pun sama.
Mungkin, karena aku dan kamu masih belum siap mengucapkan selamat tinggal.
Entah kapan kita akan siap untuk hari perpisahan itu.
Yang jelas, tidak hari ini.
Tapi suatu saat mungkin akan ada yang sengaja ninggalin, mungkin ada yang terpaksa harus pergi, mungkin ada yang sudah waktunya pergi. Takdir.
Hari itu kamu bilang aku lagi drama dengan airmata yang sama sekali tidak dibuat2..aku bukan orang yang jago memerankan peran,  aku ga ambil pusing apapun pandanganmu.

dan pada akhirnya tulisan ini kembali ke judul "The Girl Who Can’t Break Up, The Boy Who Can’t Say Good Bye" haha